Sinergitas Mahasiswi KKN TIM II UNDIP 2024 Optimalisasi Intelektual Anak Desa Pilangrejo
Boyolali, Jumat (26/7/2024) dalam rangka mengoptimalkan minat baca anak-anak di Desa Pilangrejo, mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro, Brigita A. Raisa P. mengajak ibu-ibu PKK dan karang taruna untuk bersama-sama ikut terlibat dengan cara membentuk “Pojok Baca”.
Perkembangan tekhnologi dan informasi yang terjadi saat ini diakui memberikan dampak positif dan memegang peranan sangat penting di segala bidang. Dengan perkembangan teknologi tersebut setiap orang dapat memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan secara cepat dan mudah. Bahkan penggunaan tekhnologi dan informasi saat ini banyak digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah, dengan maksud agar materi pembelajaran dapat tersampaikan kepada murid secara lebih efektif dan efisien. Selain hal tersebut, murid juga dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang lebih luas dari materi pembelajaran yang diberikan oleh sekolah.
Namun demikian perkembangan teknologi dan informasi dapat berdampak negatif terhadap anak-anak. Pemakaian yang berlebihan tanpa kenal batas waktu dan pengawasan yang kurang dari orang tua mengakibatkan buruknya kesehatan fisik, kesehatan mental dan kesehatan sosial dari anak-anak. Anak-anak banyak waktu dihabiskan dengan bermain game dan berselancar di media sosial dengan menggunakan gadget. Sehingga gadget tidak lagi digunakan untuk sarana penunjang memperluas materi pembelajaran dari sekolah dan anak-anak menjadi malas belajar dan malas membaca.
Pembentukan “Pojok Baca” tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak negatif perkembanngan tekhnologi informasi dan mengisi waktu luang anak dengan kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan di “Pojok Baca” bertujuan untuk menumbuhkan minat baca yang kuat terhadap anak-anak Desa Pilangrejo. “Pojok Baca” adalah tempat belajar dan meningkatkan minat baca anak-anak untuk mengisi waktu luang setelah pulang dari sekolah. Tempat tersebut diisi dengan kegiatan-kegiatan positif agar menambah minat belajar anak seperti belajar bersama, mengerjakan tugas-tugas atau PR yang diberikan oleh sekolah. Agar anak berminat untuk belajar lebih giat dan meningkatkan minat baca maka diadakan kegiatan story telling yang bertujuan mengasah kemampuan pemahaman dan daya ingat terhadap apa yg telah dibaca. Kegiatan story telling dilakukan dalam suasana kegembiraan antara lain melalui lomba dan pemberian hadiah. Dengan demikian dapat melatih keberanian dan percaya diri untuk menyampaikan pendapat atau berbicara di muka umum.
Pembentukan “Pojok Baca” tersebut tidak terlepas dari kemampuan pendidikan yang penulis tempuh di bangku kuliah di Fakultas Ilmu Budaya UNDIP Semarang. Dalam pendidikan tersebut mengajarkan bagaimana dapat mengembangkan minat baca dan mempelajari penggunaan bahasa dan budaya dengan benar. Mengingat anak-anak di lingkungan desa Pilangrejo kebanyakan tidak mampu meneruskan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Banyak anak-anak di Desa Pilangrejo banyak yang putus sekolah dan memutuskan tidak meneruskan sekolah. Disisi lain anak-anak yang mampu meneruskan sekolah terpengaruh dampak negatif dari perkembangan tekhnologi dan informasi. Disamping itu tidak adanya pengawasan yang ketat dari para orang tua terhadap penggunaan gadget di kalangan anak-anak.

Antusias dan semangat anak-anak untuk mengikuti kegiatan “Pojok Baca” sangat besar, hal ini terlihat dari kehadiran dan keinginan mereka dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Semangat ini juga tidak terlepas dari keterlibatan aktif dari ibu-ibu PKK dan karang taruna mengajak dan mendorong anak-anak untuk datang ke “Pojok Baca” setelah pulang dari sekolah.
Suksesnya pembentukan dan pelaksanaan kegiatan “Pojok Baca” ini karena mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Pilangrejo (Ibu Sukiman), Sekretaris Desa (Ibu Yuli), dan masyarakat Desa Pilangrejo. Dengan adanya “Pojok Baca” diharapkan anak-anak Desa Pilangrejo mempunyai minat baca yang tinggi dan dapat mmengisi waktu luang mereka dengan kegiatan positif setelah pulang dari sekolah. Disamping itu adanya keterlibatan secara aktif dan terus menerus dari ibu-ibu PKK dan karang taruna dapat selalu mengawasi anak-anak terutama dalam penggunaan gadget. Sehingga dengan demikian dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan gadget oleh anak-anak. Akhirnya mereka diharapkan dapat ikut meningkatkan kecerdasan dan wawasan yang luas terhadap perkembangan belajar anak serta kegiatan yang dilaksanakan melalui “Pojok Baca” dapat terus berlanjut.