Eksistensi Kesenian Barong Panjilaras Desa Pilangrejo Ditengah Arus Era Globalisasi
Boyolali, Kamis (1/8/2024), Mahasiswi KKN Tim II Tahun 2024 Universitas Diponegoro, Brigita A. Raisa P. mewawancarai Bapak Kholik, Ketua Kesenian Barong Panjilaras, Desa Pilangrejo, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah.
Zaman era Globalisasi memudahkan kita terhubung dengan berbagai aspek kehidupan dari berbagai negara baik di bidang ekonomi, tekhnologi, budaya maupun politik. Salah satu aspek kehidupan yang sangat mudah dan cepat dapat dirasakan pengaruhnya terutama oleh kaum muda adalah budaya. Hal ini sejalan dengan perkembangan tekhnologi dan informasi yang dapat mempercepat dan memudahkan akses untuk mendapatkan berbagai informasi. Pengaruh budaya ini juga dapat terjadi di Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman budaya dari berbagai penjuru wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
Pengaruh budaya dari negara lain atau budaya luar disamping dapat meningkatkan pengetahuan, kreatifitas dan toleransi terhadap perbedaan budaya juga dapat berdampak buruk. Masuknya budaya luar dapat mempengaruhi pola pikir, pandangan, sikap dan perilaku kalangan muda. Kalangan muda lebih menyukai hal-hal yang bersifat global. Kondisi ini akan menyebabkan menurunnya minat kalangan muda untuk belajar dan melestarikan budaya sendiri. Apabila hal ini terjadi terus menerus, lambat laun budaya sebagai salah satu jati diri bangsa akan hilang.
Demikian juga halnya dengan eksistensi kesenian Barong Panjilaras yang merupakan bagian dari Budaya Desa Pilangrejo. Kesenian Barong Panjilaras saat ini dikhawatirkan akan musnah. Berdasarkan hasil wawancara mahasiswi KKN Tim II Tahun 2024 Universitas Diponegoro, Brigita A. Raisa P. dengan Bapak Kolik, Ketua Kesenian Barong Panjilaras, Desa Pilangrejo, diperoleh informasi bahwa kurangnya minat kalangan muda untuk belajar dan melestarikan kesenian Barong Panjilaras serta minimnya dukungan pengadaan peralatan yang diperlukan untuk melestarikan kesenian. Namun demikian, Bapak Kolik dengan keterbatasan dana dan daya yang ada terus berusaha untuk mensosialisasikan kesenian tersebut kepada warga Desa Pilangrejo.
Memperhatikan permasalahan tersebut, mahasiswi KKN Tim II Tahun 2024 , Universitas Diponegoro, Brigita A. Raisa P. mengajak pemuda sanggar seni Barong Panjilaras Desa Pilangrejo untuk memplubikasikan kesenian tersebut secara lebih menarik, kreatif dan inovatif melalui media sosial. Publikasi kesenian Barong Panjilaras lewat sosial media dimaksudkan agar kesenian Barong Panjilaras dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dan menimbulkan minat di kalangan muda untuk turut serta melestarikannya. Sebagai langkah awal, ajakan ini ditujukan kepada pemuda yang tergabung dalam sanggar seni Barong Panjilaras sebagai pengguna gedget. Penggunaan gedget ini agar lebih mempermudah proses publikasi. Selanjutnya, dapat disosialisasikan oleh sanggar seni kepada masyarakat Desa Pilangrejo maupun di luar Desa Pilangrejo.
Bimbingan dan arahan dalam rangka publikasi kesenian Barong Panjilaras melalui media sosial dilakukan dalam beberapa tahap kegiatan. Pertama, kepada pemuda sanggar seni Barong Panjilaras diberi pemahaman mengenai penting dan perlunya melestarikan kesenian Barong Panjilaras sebagai bagian dari Budaya Bangsa Indonesia. Budaya merupakan suatu identitas yang menunjukan peradaban suatu masyarakat dan bangsa. Kedua, pembuatan branding yang berisi materi yang akan dipublikasikan. Dalam pembuatan branding diusulkan pengelompokan materi mengenai sejarah singkat kesenian Barong Panjilaras, tradisi dan perkembangan Kesenian Barong Panjilaras, pelestarian dan pengembangan Kesenian Barong Panjilaras. Ketiga, pemilihan dan pengeditan gambar, foto atau video yang akan disertai dalam materi branding. Semua materi publikasi disampaikan secara singkat dan padat dengan menggunakan kalimat-kalimat pendek yang menarik. Pembuatan materi di sertai dengan gambar, foto atau video dari kegiatan kesenian Barong Panjilaras. Keempat, menjelaskan penggunaan aplikasi yang akan dipakai untuk meng-upload di media sosial.

Pemuda sanggar seni Barong Panjilaras begitu antusias mengikuti bimbingan dan arahan yang diberikan dalam rangka publikasi kesenian tersebut. Setiap tahap kegiatan diikuti dengan serius, semangat dan penuh perhatian sehingga berhasil membuat publikasi di media sosial (instagram dan tiktok). Pemuda sanggar seni Barong Panjilaras bertekad untuk terus mengoptimalkan penggunaan media sosial dalam menyebar luaskan kesenian Desa Pilangrejo secara lebih kreatif dan inovatif.