Tradisi Mapag Suro di Desa Pilangrejo
Mapag Suro merupakan tradisi yang kerap dilakukan di Desa Pilangrejo. Mapag Suro sendiri memang masih menjadi salah satu tradisi yang kental di jawa tengah dan jawa timur, diambil dari kata Mapag yang berarti menyambut, sementara itu Suro merujuk pada bulan Suro atau bulan Muharram dalam kalender Jawa. Dengan kata lain, Mapag Suro berarti menyambut kedatangan bulan Muharram. Dalam penyambutan bulan muharram sendiri, kegiatan yang disuguhkan tidak selalu sama, bisa berbeda-beda sesuai dengan budaya desa yang merayakan.
Warga Desa Pilangrejo antusias menyambut muharram dimulai dengan mengadakan pengajian yang bersamaan dengan manakipan 15 Juli 2024 malam. Pengajian Manakipan adalah salah satu bentuk kegiatan keagamaan dalam tradisi Islam di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Pengajian ini biasanya dilakukan untuk merayakan atau memperingati hari penting dalam kalender Islam. Adapun Pengajian ini dibuka secara meriah dengan iringan musik marrawis dan shalawatan. Kemudian dilanjutkan dengan pengajian atau manaqib dan berdoa bersama warga, ditutup dengan menyantap beberapa hidangan camilan.


Tradisi ini kemudian dilanjutkan dengan hajatan suro di dusun Cungkup. Warga diundang untuk mengikuti hajatan suro yang dibuka langsung oleh Pak Sukarman selaku Kepala Dusun Cungkup. Pada hajatan ini, banyak sekali hidangan makanan disuguhkan untuk warga sebagai bentuk syukur dan kebersamaan di bulan Muharram. Dengan semangat, warga bersama-sama menikmati hidangan tersebut. hajatan suro kemudian diakhiri dengan bersalaman antar warga.