Profil Desa
Tentang Desa
Desa Pilangrejo terletak di Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Secara geografis, Desa Pilangrejo berada di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 100-200 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini umumnya didominasi oleh lahan pertanian dan perkebunan, dengan iklim yang cenderung tropis.
Desa Pilangrejo memiliki aksesibilitas yang baik karena dilalui oleh jalan utama yang menghubungkan antar-desa maupun ke kota-kota terdekat. Secara administratif, desa ini terbagi menjadi beberapa dusun atau rukun warga (RW) yang masing-masing memiliki karakteristik dan kegiatan ekonomi yang berbeda-beda.
Penduduk Desa Pilangrejo mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, baik di bidang pertanian padi, jagung, atau tanaman palawija lainnya. Selain itu, keberadaan perkebunan seperti kebun durian, salak, dan tanaman buah tropis lainnya juga cukup signifikan di desa ini.
Secara keseluruhan, Desa Pilangrejo merupakan contoh tipikal dari desa agraris di Jawa Tengah, dengan keindahan alam dan kegiatan ekonomi yang berbasis pada sektor pertanian dan perkebunan.
Visi
Terwujudnya kehidupan masyarakat Desa Pilangrejo yang aman, harmonis, maju, adil dan tertib.
Misi
- Meningkatkan system keamanan swakarsa, dalam upaya terciptanya rasa aman dimasyarakat Desa Pilangrejo.
- Mewujudkan harmonisasi antara kelembagaan yang ada di Desa Pilangrejo sehingga terjalin sinergitas kinerja yang optimal.
- Mengembangkan kecakapan dan keterampilan masyarakat Pilangrejo menuju kemajuan dan peningkatan kesejahteraan.
- Optimalisasi pelayanan umum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Desa Pilangrejo.
- Meningkatkan pemberdayaan masyarakat menuju tertibnya partisipasi dan peran masyarakat dalam seluruh aspek pembangunan di Desa Pilangrejo.
Wilayah Desa
Desa Pilangrejo merupakan salah satu desa di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang terletak di dekat Pusat Pemerintahan Kecamatan Juwangi dan merupakan wilayah Boyolali bagian paling utara, atau berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan.
Dengan batas desa:
- Sebelah Utara : Desa Juwangi
- Sebelah Timur : Desa Jerukan
- Sebelah Selatan : Desa Kalimati
- Sebelah Barat : Kelurahan Sambeng
Desa Pilangrejo memiliki 6 dukuh, 23 RT dan 5 RW dengan luas ± 758 ha dan keliling 13.34 km²
Sejarah Desa
Desa Pilangrejo awalnya memakai nama Kelurahan Klego, adapun Lurah pada saat itu adalah “SINGOREJO” sekitar Tahun 1920, setelah beliau meninggal dunia, oleh adat mengangkat putra kandungnya yang bernama Prapto Harsono(Tahun 1930 an). Suatu hari Lurah se Kabupaten Boyolali dikumpulkan oleh wedono (Kawedanan Wonosegoro), setelah diabsen/ dipanggil di tengah perempatan itu ada dua orang yang mengacungkan jari. Ternyata di wilayah Kabupaten Boyolali ada dua orang lurah Klego. Yaitu lurah Klego Kecamatan Juwangi dan lurah Klego di Klego Kacangan.
Kemudian oleh Wedono Wonosegoro disarankan agar lurah Klego Kecamatan Juwangi supaya memakai nama lain. Sepulang dari parepatan tersebut Bapak Prapto Harsono mengumpulkan tokoh-tokoh yang ada di kelurahan Klego. Selanjutnya peseta parepatan mengutak-atik kejadian-kejadian atau tempat-tempat yang pantas untuk dijadikan nama Kelurahan. Akhirnya muncullah gagasan tentang cerita atau rentetan peristiwa yang ada di wilayah ini yaitu (cerita dari beberapa generasi terdahulu) konon ada 2 (dua) orang/ kakak dan adik yang meninggal dunia, oleh karena belum ada tempat pemakaman maka jasad dua orang kakak adik itu dimakamkan di satu tempat yaitu diatas tanah kosong pinggir jalan di wilayah dusun Klego.
Konon dua orang tersebut adalah saudara kandung Nyai Ageng Serang disebut juga Raden Ayu Mursiyah setelah beberapa tahun kemudian di dekat pusaran pekuburan itu tumbuh pohon pilang yang kokoh menjulang tinggi, oleh tokoh-tokoh pada waktu itu, berdalih karena ada pohon pilang tersebut diatas maka disepakati dan ditegaskan oleh Lurah pada waktu itu (tukasnya dengan bahasa jawa; mulai dino iki Kelurahan Klego diganti jeneng yoiku Kelurahan pilangrejo) selanjutnya tempat itu dinamakan makam Mbah Pilang, bahkan ada / banyak yang meyakini bahwa tempat tersebut tempat keramat hingga banyak warga yang sering mengadakan sedekah minta berkah khususnya pada saat malam jumat legi. Sekarang kuburan atau makam itu digunakan untuk pemakaman umum oleh masyarakat setempat.
Peta Desa
Branding Desa
Branding Desa Pilangrejo: Mengukir Keunikan dan Keunggulan
Desa Pilangrejo, sebuah permata tersembunyi yang terletak bersebelahan dengan Stasiun Telawa, siap menyambut Anda dengan berbagai kelebihan yang membuatnya istimewa. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi keunggulan Desa Pilangrejo yang menjadikannya sebagai tempat yang ideal untuk hidup dan berkembang. Mari kita telusuri bersama!
Smart Village: Masa Depan di Pilangrejo
Desa Pilangrejo telah mengadopsi konsep “Smart Village,” sebuah inisiatif yang mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Melalui berbagai program digitalisasi, Pilangrejo menawarkan kemudahan akses informasi, pelayanan publik yang efisien, serta peluang ekonomi berbasis teknologi.
Desa dengan Agama dan Tempat Ibadah Paling Lengkap
Pilangrejo bangga dengan keragaman dan keharmonisannya dalam kehidupan beragama. Desa ini memiliki berbagai tempat ibadah yang lengkap, mencakup berbagai agama dan keyakinan. Harmoni antar umat beragama di Pilangrejo merupakan contoh nyata dari toleransi dan kerukunan. Terbukti dengan adanya 5 agama di Desa Pilangrejo yaitu antara lain Islam, Kristen Protestan, Katolik, Budha, Hindu.
Tempat Ibadah yang Tersedia di Pilangrejo:
Masjid: Pusat kegiatan keagamaan bagi umat Muslim.
- Musholla: Tempat kegiatan keagamaan bagi umat Muslim.
Gereja GBI: Melayani umat Kristen Protestan.
Vihara Vimalakirti: Tempat peribadatan bagi umat Budha.
Pura Darma Loka: Tempat suci bagi umat Hindu.
Lokasi Strategis: Bersebelahan dengan Stasiun Telawa
Keberadaan Stasiun Telawa di sebelah Desa Pilangrejo memberikan nilai tambah yang signifikan. Akses transportasi yang mudah membuat Pilangrejo menjadi desa yang terhubung dengan baik ke berbagai kota besar, menjadikannya tempat tinggal yang ideal bagi para pendatang baru.
Potensi Desa
Desa Pilangrejo memiliki potensi di bidang UMKM diantaranya:
- Pembuatan Mebel dengan Bahan Dasar Kayu Jati di Dukuh Sembung RT 23/ RW 04
- Pembuatan Tempe (Tanpa pengawet) di Dukuh Cungkup Rt 18/ RW 05
- Pembuatan Ceriping (Bahan dasar singkong dan pisang) di Dukuh Klego RT 10/ RW 03
- Pembuatan Tempe di Dukuh Ledok RT 08/ RW 02
- Pembuatan Tempe Keripik di Dukuh Ledok RT 04/ RW 01
Pembangunan
RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)
RTLH merupakan salah satu program dalam hal meningkatkan kesejahteraan sosial. Program tersebut merujuk pada rumah-rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan dan kesehatan penghuni. Pada tahun 2022 Pemerintah Desa Pilangrejo sudah melaksanakan rehabilitasi rumah tidak layak huni sejumlah lebih dari 6 rumah warganya.
BLT (Bantuan Langsung Tunai)
BLT merupakan program berupa pemberian bantuan secara tunai pada masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya yang bersumber dari dana desa. Program tersebut sebagai langkah pembangunan kesejahteraan pada masyarakat kurang mampu di era semakin naiknya harga pangan. Selama lebih dari 3 tahun pemerintah Desa Pilangrejo sudah melaksanakan program ini demi kesejahteraan warganya.